Kamis, 11 September 2014

5 hal Seputar OS Terbaru Android, "L"


Dalam gelaran Google I/O yang dilaksanakan hari Rabu kemarin (25/06/14), Google telah mengumumkan banyak hal, yang paling mendapat perhatian tentu saja sistem operasi Android terbaru lanjutan dari versi KitKat.
Untuk saat ini Google dalam presentasinya masih menyebut OS terbaru itu dengan nama OS Android "L". Seperti yang kita tahu, Google memang dikenal menggunakan nama makanan manis untuk sistem operasi buatannya. Dan karena perusahaan tersebut juga mengikuti sistem abjad, nama berikutnya pastilah diikuti oleh huruf tersebut, mengingat sebelumnya ada OS "K"itKat.
Untuk mengetahui lebih dalam seputar OS Android L, berikut adalah 5 informasi yang wajib diketahui oleh penggemar gadget Android.

1. Desain tampilan muka baru
Google benar-benar menawarkan sesuatu yang baru untuk tampilan Android L. Bahkan banyak yang menyatakan jika ini adalah salah satu 'bedah plastik' terbesar Google untuk sistem operasinya setelah OS Ice Cream Sandwich pada tahun 2011.
Android L mempunyai tampilan antar muka yang lebih berwarna, flat, dan berlapis-lapis, layaknya gabungan kertas-kertas berwarna. Menurut sang desainer, Matias Duarte, Google memang memperoleh inspirasi dari kertas dan tinta untuk hadirkan tampilan yang sederhana namun tetap atraktif.
Menariknya, Android L memiliki animasi dengan kualitas 3D yang sejatinya merupakan pengembangan dari sistem user interface milik Android KitKat. Alhasil, animasi pergantian aplikasi, tab, bahkan mengklik tombol pun akan nampak lebih nyata dan dinamis.

2. Peningkatan Performa OS Andorid
Sebagai permulaan, Google menyatakan memberikan peningkatan performa di sektor GPU guna tingkatkan kualitas grafis dari Android L. Tak lupa Virtual Machine milik KitKat, ART Runtime, yang telah dirombak total hadir untuk Android L.
ART Runtime diklaim memberikan respon lebih cepat saat mengakses sebuah aplikasi hingga 2 kali lipat. Bahkan menurut sebuah situs benchmark, terbukti jika penambahan performa bisa mencapai 400 persen dan telah mendukung prosesor berarsitektur 64-bit.
Salah satu proyek Google terbaru, Volta, juga turut hadir menambah performa Android L, terutama efisiensi konsumsi baterai di sektor Wi-Fi, radio, hingga GPS.
Meskipun dinilai terlambat, Google kini menghadirkan mode Battery Saver yang dapat aktif secara manual saat daya dari perangkat Android mencapai persentase tertentu. Mode ini bekerja dengan menurunkan performa prosesor dan frekuensi refresh layar.

3. Penambahan fitur baru
Sebagai sebuah perusahaan yang berawal dari search engine atau mesin pencari, tentu saja salah satu fokus utama Google adalah meningkatkan fungsi fitur search engine di Android L.
Fitur Google Search Android L mempunyai kemampuan baru yang disebut rediscovery. Kini Google Search dapat mempelajari pencaharian-pencaharian lama, bahkan yang dilakukan dari aplikasi lain, untuk membantu pengguna menemukan apa yang mereka cari lebih cepat dan mudah.
Selain itu, Android L juga mendukung fitur tab dari Chrome untuk diterapkan pada akses ke 'recent menu' atau aplikasi terbaru. Hal ini membuat tampilan menjadi terlihat rapi, mudah dipilih, dan memiliki judul pada bagian atas. Sayangnya, ada kemungkinan bertambahnya beban proses data yang memperlambat kerja perangkat Android.
Fitur terakhir yang ditonjolkan oleh Google adalah fitur notifikasi yang dapat ditambahkan padalockscreen. Selanjutnya, pengguna bisa mendapatkan notifikasi dalam bentuk kotak-kotak yang tersusun rapi sehingga lebih jelas dan enak dipandang.
4. Hadir untuk semua perangkat Android
Ya. Sistem operasi terbaru Android ini tidak hanya merapat ke perangkat mobile seperti smartphone dan tablet, tetapi juga alat-alat elektronik lain buatan Google.
Salah satu yang hangat dibicarakan adalah mobil otomatis buatan Google lewat Android Auto. Untuk lini jam tangan pintar dan televisi biasa atau mini TV untuk video streaming, Android L hadir lewat Android Watch dan Android TV.
Nantinya Google berencana untuk memasukkan Android L ke semua peralatan elektronik untuk proyek ekspansi besar-besaran guna naikkan pendapatan Google.

5. Versi Android terbaik untuk dunia usaha

Dengan bantuan dari software 'Knox' milik Samsung, Google mengembangkan fitur Android at Workuntuk pengguna di dunia usaha dan perusahaan.
Android at Work nantinya dapat melakukan sinkronisasi perangkat pengguna untuk memisahkan data-data yang berhubungan dengan perusahaan dan data yang bersifat pribadi. Selanjutnya, data-data pekerjaan akan mendapat pengamanan yang berlapis-lapis, sedangkan data personal akan ditambah keamanannya.
Kabarnya, produsen gadget mobile lain seperti HTC, Sony, LG, dan Motorola sudah meneken kesepakatan untuk menggunakan Android at Work. Deretan produsen kelas atas tersebut nantinya juga akan mendapat aplikasi Office khusus buatan Google, termasuk sebuah aplikasi presentasi terbaru layaknya Ms. PowerPoint milik Microsoft.

Tips Merawat Baterai Laptop Agar Tetap Awet


Bingung bagaimana tips atau cara merawat baterai laptop yang benar atau baik agar tetap awet supaya tahan lama saat digunakan??
Masalah utama yang ditemukan pada laptop adalah masa pakai baterai yang tidak lama, dan hal ini disebabkan oleh kecepatan CPU, kinerja grafis tinggi serta jumlah RAM besar yang membutuhkan lebih banyak kekuatan. Masalah dengan daya tahan baterai ini sangat disadari oleh perusahaan laptop dan mereka terus berinovasi untuk menciptkan baterai yang bisa tahan lama. Namun ada beberapa tips atau cara merawat atau mengawetkan baterai laptop yang bisa Anda lakukan sendiri.
Tips dan Cara Merawat Baterai Laptop Yang Baik dan Benar
  • Untuk setiap laptop baru, semua baterai nya masih dalam keadaan kosong. Meskipun charge listrik terpasang namun laptop belum boleh langsung digunakan. Matikan laptop terlebih dahulu dan lakukan charge selama antara 4-8 jam sampai lampu indikator menunjukkan Full Charge ( biasanya lampu akan berubah menjadi Hijau).
  • Lepaskan baterai laptop dan gunakan listrik langsung bila Anda tidak sedang presentasi namun sedang bekerja rutin dengan laptop dikantor atau rumah. Jika baterai terpasang, charge juga terpasang dalam banyak kasus akan menyebabkan kebocoran pada baterai. Walaupun laptop modern sering memiliki sirkuit yang memastikan baterai tidak digunakan bila charge terpasang, tapi suhu panas juga bisa memperpendek usia baterai. Sebaiknya batery laptop digunakan pada saat kita tidak memiliki akses untuk listrik.
  • Pastikan untuk mengkonfigurasikan pengaturan baterai Anda denga tepat. Aturlah periode Sleep laptop agar memungkinkan Anda untuk menonaktifkan layar dan hard disk setelah jangka waktu tertentu laptop tidak digunakan. Tentukan periode ini sesingkat mungkin untuk memkasimalkan usia atau masa pakai baterai.
  • Nonaktifkan Bluetooth dan Wifi ketika tidak diperlukan. Ketika menonton film, atau mengetik dokumen dan Anda tida perlu Online segera nonaktifkan perangkat nirkabel. Hal ini akan membantu menghemat daya, sebab konsep Bluetooth dan Wifi adalah mengirim dan menerima signal walaupun Anda tidak menyadarinya dan ini akan menguras daya. Lebih parah lagi jika kedua fitur ini diaktifkan ditempat yang sama sekali tidak ada signal.
  • Kurangi menggunakan layar terlalu terang. Disatu sisi layar terang akan membuat tulisan terlihat lebih jelas, tetapi mengkonfigurasi layar terlalu terang maka akan menggunakan makin banyak daya.
  • Sejalan dengan tips sebelumnya, Anda harus menonaktifkan screen saver. Terutama ditujukan untuk mencegah layar tidak terbakar, screen saver mengkonsumsi daya jauh lebih tinggi karena CPU aktif dan kartu video serta layar digunakan juga. Hal ini sama dengan menonton vidoe pada laptop.
  • Selain menonaktifkan Bluetooth dan perangkat nirkabel, juga melepaskan setiap perangkat ekstenal ketika tidak diperlukan. Sebuah USB atau Mouse nirkabel, memory stick USB, harddisk eksternal atau kartu PCMCIA yang tidak sedang digunakan pada laptop harus dilepas. Anda harus paham, semua perangkat tadi menggunakan daya dari laptop.
  • Periksa juga program startup dan program aktif serta menutup program yang tidak perlu. Program startup yang terlalu banyaka akan menyebabkan baterai laptop loading lama. Dan hal tesebut akan membutuhkan banyak memori virtual sehingga terlalu banyak menggunakan akses hard disk
  • JIka ingin mendengarkan musik, gunakan headseat dan bukan speaker. Karena speaker laptop kecil maka walaupun volume musik sudah maksimal tetapi suara belum maksimal untuk didengar telinga. Jika volume dinaikkan maka penggunaan daya juga akan bertambah besar.
  • Update BIOS dan Driver. Produsen komputer melakukan perbaikan software mereka sepanjang waktu untuk memperbaiki cara hardware digunakan. Memperbarui BIOS akan memastkan bahwa Anda telah memiliki versi terbaru dan memberikan kompatibilitas maksimum dengan penghematan daya semua fitur sistem operasi. Hal yang sama berlaku untuk driver perangkat keras, termasuk mode penghematan daya hardware.
Note: Anda harus hati-hati mengupdate BIOS karena jika salah maka laptop Anda akan masuk tong sampah alias tidak bisa Anda perbaiki kecuali bawa ke dealernya

Fakta yang Harus Diketahui Mengenai TV LED


TV LED merupakan tv layar datar dengan teknologi dioda. Jenis TV ini telah menjadi pilihan keluarga dibandingkan TV jenis tabung. Nah, bagi para pemiliki TV LED, berikut beberapa fakta yang perlu diketahui:
  • TV LED bukan Jenis TV Baru
    Kaget setelah membacanya? Jangan kaget. TV LED sebenarnya adalah sebuah TV LCD yang sistem pencahayannya diganti dengan sistem cahaya emitting diode (LED). Sebenarnya TV LCD dengan sistem LED sudah dijual sejak tahun 2007 cuma waktu itu belum banyak orang aware.

  • Ada 2 Konfigurasi Backlight LED
    Untuk membuat TV lebih tipis lagi, para insinyur perlu menghilangkan lapisan tambahan LED dan memindahkannya ke sisi layar. Dengan bentuk backlighting, LED ditempelkan di keempat sisi TV dan cahayanya diproyeksikan ke tengah melalui “lightguide” yang sudah dipasang. Sistem ini merupakan sistem biasanya digunakan untuk LED “edge-lit”.

  • Menggunakan LED Ternyata Lebih Hemat
    Dibandingkan jenis TV lain seperti LCD, ternyata LED lebih hemat energi. Hemat energi berarti energi listrik yang digunakan lebih sedikit dibadingkan TV lainnya. Memang ukuran layar dan kecerahan gambar dapat mempengaruhi asupan listrik namun dengan ukuran layar terbesar pun LED tetap lebih hemat.

  • Backlighting Tidak Seragam
    LED Backlighting-edge-lit merupakan cara yang dipilih produsen untuk membuat TV lebih tipis. Memang TV menjadi tipis namun disini ada sisi negatif yaitu backlighting –nya tidak seragam. Saat gambar di tv berwarna putih, kita bisa melihat bahwa tepi layar tampak lebih terang atau bercahaya bila memperhatikan dengan seksama. Sedangkan ketika gambar hitam, tepi layar akan tampak lebih kelabu.

  • Tidak Cocok Menonton dari Samping
    Walaupun backlighting LED sangat bagus namun ternyata hal ini tidak menghilangkan kekurangan pendahulunya, LCD. Kekurangan dari LED dan LCD adalah ketika kita duduk di samping atau TV diposisikan lebih tinggi atau rendah dari tingkat mata kita maka kecerahan gambar akan terlihat menurun.

Fakta Powerbank


Powerbank merupakan alat penyimpanan energi. Alat ini berbentuk kecil sehingga mudah dibawa kemana saja. Fungsi alat ini sama seperti namanya yaitu sebagai alat untuk memberikan energi yang tersimpan di dalamnya ke gadget yang sudah habis energi. Cara memberikan energi ini dengan menggunakan kabel penghubung.
Namun perlu diingat bahwa alat ini hanya sebuah tempat penyimpanan energi sementara sehingga ketika energi yang tersimpan di dalamnya habis, kita perlu mengisi alat ini lagi dengan energi baru. Cara mengisi energinya kembali, lumayan gampang karena kita hanya perlu mencolokan kabelnya ke sumber energi. Dengan adanya alat ini, tentu kita tidak perlu takut gadget akan mati ketika kita ada di daerah yang tidak memiliki colokan.
Powerbank untuk saat ini sudah tersedia dalam berbagai merek. Bentuknya pada umunya segi panjang, tabung atau segi empat. Jenis alat ini dibedakan berdasarkan kapasitas penyimpanannya. Kapasitas penyimpanan energinya di mulai dari 3000 mAh – 11000 mAh.
Tertarik untuk membeli sebuah powerbank? Berikut ini beberapa fakta sebuah powerbank yang perlu kita ketahui lebih dulu:
  • Alat penyimpan energi ini banyak yang dibuat atau berasal dari negara cina.
  • Alat penyimpanan energi terbuat dari minimal 2 baterai yang memang bisa diisi ulang. Dan tentu selain baterai ada juga kabel da nada yang lainnya untuk membuatnya bisa bekerja sebagai alat penyimpan energi untuk gadget.
  • Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi sebuah alat penyimpanan energi? Lamanya pengisian disesuaikan dengan kapasitas energi yang bisa ditampung. Semakin besar kapasitasnya semakin lama waktu yang diperlukan untuk pengisian ulang. Selain kapasitasnya, hal lain yang mempengaruhi periode pengisian adalah lingkungan, suhu dan berapa besar aliran energi dari sumber.
  • Kepanjangan mAh adalah milli Ampere hour. Pengukuran yang digunakan untuk mengukur energi listrik.
  • Perlu diingat bahwa kemampuan baterai pada gadget dan alat penyimpanan energi akan semakin menurun seiring berjalannya waktu dan pemakaian. Jadi tidak heran bila makin lama, baterai pada gadget dan alat penyimpanan energi membutuhkan waktu lama untuk pengisian serta penyaluran energi.
  • Disarankan membeli powerbank bermerek, kenapa? Karena biasanya yang bermerek akan benar-benar mencantumkan kapasitas asli sebuah peralatan penyimpanan energi. Sedangkan merek yang kw atau generik tidak menuliskan kapasitas asli, yang tertulis hanyalah sebuah ‘tanda’ kapasitas.
  • Apakah alat penyimpanan energi bermerek tidak akan meledak? Semua barang yang menggunakan baterai baik bermerek ataupun tidak tetap memiliki kemungkinan meledak. Cuma memang presentasi meledaknya memang lebih dikit alias sudah mendekati 0%. Jadi jangan khawatir dalam menggunakan powerbank namun tetap jangan sampai over pakainya

Jumat, 15 Agustus 2014

Sepuluh tips dan trik tentang ISO kamera

Kita tahu kalau ISO merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan eksposur di kamera. ISO yang di masa lalu dikenal dengan ASA (kecepatan film) di era digital ini menyatakan kepekaan sensor terhadap cahaya. Kamera masa kini umumnya bisa punya nilai ISO yang sangat tinggi, yang secara teori artinya kamera bisa membuat foto jadi lebih terang walau dipakai di tempat yang kurang cahaya, tanpa bantuan flash. Kali ini kami akan ulas lebih dalam tips-tips mengenai ISO di kamera digital, tentunya supaya anda  lebih paham dalam mengoptimalkan fitur ini.
Inilah sepuluh tips dan trik yang kami  sajikan berkaitan dengan ISO :
Hasil foto terbaik didapat di ISO terendah
Ingat selalu akan hal ini. ISO dasar, atau ISO terendah (misal ISO 100) akan memberi hasil foto yang kualitas fotonya paling bagus. Sebaliknya di ISO tinggi foto akan muncul noise. Di era film, ASA tinggi memberi hasil noise yang artistik karena terlihat grainy, tapi di era digital noise yang muncul lebih cenderung merusak foto. Tipsnya adalah, gunakan ISO rendah untuk mendapat kualitas foto terbaik dan bebas noise, bila memungkinkan. Hubungan antara ISO dan noise pernah kami ulas di artikel ini.
Menaikkan ISO : memaksa sensor memberi output lebih
Saat pakai ISO rendah ternyata foto jadi gelap atau shutter speed jadi sangat lambat, kita juga boleh menaikkan ISO. Ingat juga kalau ISO pada dasarnya adalah kepekaan/sensitivitas sensor kamera dimana semakin tinggi nilainya maka semakin peka sensor kamera terhadap cahaya. Sensor sebagai alat elektronik, punya tegangan keluaran tertentu. Dengan menaikkan ISO, maka sensor dipaksa untuk memberi keluaran yang lebih tinggi. Memang memakai ISO tinggi tidak akan ada efek terhadap sensor (tidak merusak sensor),  tapi sekedar mengingatkan kalau ISO tinggi ya artinya sensor memang dipaksa supaya lebih sensitif. Keuntungannya, walau hanya ada sedikit saja cahaya sudah bisa mengambil foto yang terang, misal di dalam ruangan.
Sensor besar, ISO tinggi masih aman
Tidak setiap kamera punya sensor yang (ukurannya) sama. Kamera DSLR dan hampir semua kameramirrorless punya sensor cukup besar, di kubu lain ada kamera saku dan ponsel yang sensornya kecil. Kira-kira inilah perbandingan ukuran sensor yang dianggap cukup besar hingga besar, dari kiri sensor 1 inci milik Nikon 1, lalu Micro Four Thirds, APS-C dan Full Frame 35mm. Sensor yang ukurannya lebih kecil dari ilustrasi dibawah ini tidak disarankan untuk pakai ISO tinggi karena hasil fotonya akan jelek, misal sensor 2/3 inci, sensor 1/1,7 inci dan sensor 1/2.5 inci.
Keuntungan kamera dengan sensor yang lebih besar adalah hasil foto yang didapat bisa lebih baik, khususnya saat memakai ISO tinggi. Kamera DSLR full frame 35mm masih memberi hasil foto yang baik di ISO 3200, kamera DSLR APS-C hasil fotonya masih oke di ISO 1600. Sensor 1 inci dan sensor Micro Four Thirds juga cukup baik di ISO 1600 tapi tentu masih lebih baik hasil dari sensor dari APS-C.
Bingung? pakai ISO Auto aja dulu
Bagi mereka yang baru memakai kamera mungkin masih bingung dengan fitur ISO ini. Pertanyaan paling sering muncul adalah jadi saya harus pakai ISO berapa? Kalau tidak ada ide mau pakai nilai ISO berapa, biarkan kamera yang pilihkan untuk kita. Di mode Auto yang namanya ISO memang diatur otomatis oleh kamera. Di mode lainnya, misal mode P (Program), kita bisa memilih nilai ISO, atau bisa juga memilih ISO Auto. Dengan ISO Auto maka kamera mengukur cahaya dulu dan memilihkan ISO yang paling cocok.
ISO Lo dan Hi
Di kamera yang lebih canggih kerap dijumpai ada ISO Low dan ISO High. Ini maksudnya adalah nilai ISO yang diperluas dari rentang standarnya, supaya lebih banyak pilihan. Misal nilai ISO terendah adalah ISO 200, tapi ada ISO Low maka ISO Low dianggap setara dengan ISO 100. Sebaliknya misal ISO tertinggi adalah ISO 6400 tapi diatasnya ada ISO High maka dianggap setara dengan ISO 12800.
Lalu pertanyaannya, kenapa harus begitu? Karena pada dasarnya produsen kamera tidak mengharapkan kita memakai ISO Low atau ISO High, dan lebih suka memilih salah satu dari rentang ISO normal saja. Salah satu alasannya karena diluar ISO normal hasil fotonya dikuatirkan tidak bagus dan bisa jadi merugikan nama baik produsen kamera itu. Di kamera Canon bahkan untuk menampilkan ISO H perlu dibuka dulu lewat menu (Custom function).
Kapan pakai ISO dasar ?
Pertanyaan bagus. ISO dasar dipakai bila cahaya cukup terang atau kita pakai flash, atau lampu studio. Tapi dalam prakteknya, banyak skenario fotografi yang memerlukan ISO rendah. Misalnya saat ingin memakai speed rendah di siang hari (untuk bisa merekam efek gerakan) dan saat memotret long eksposur (durasi sampai ditas 1 detik).
Contoh foto long eksposur diatas diambil dengan kamera Nikon J3 memakai ISO dasar 160 dan durasi shutter 4 detik, tentunya dengan tripod. Walau keadaan aslinya sudah gelap, tapi foto ini nampak terang karena pakai speed lambat, bukan karena pakai ISO tinggi.
ISO tinggi untuk meningkatkan kekuatan flash
Tips untuk membuat lampu kilat lebih bertenaga adalah dengan memakai ISO tinggi. Untuk membuktikannya, cobalah ambil foto ruangan yang luas dan agak gelap dengan lampu kilat di ISO rendah, lihat betapa lampu kilat cenderung gagal untuk menerangi seluruh ruangan. Ulangi foto tersebut dengan ISO tinggi dan lihat bedanya.
ISO tinggi di siang hari?
Saat memotret di siang hari yang terik, tentunya pakai ISO rendah saja sensor kamera sudah bisa membuat foto yang terang. Lalu apakah boleh pakai ISO tinggi di siang hari? Jawabannya selain mubazir juga bisa berpotensi bikin foto jadi over eksposur (terlalu terang). Tapi adakalanya ISO tinggi di siang hari bisa dipakai, misal saat memakai  bukaan sangat kecil (misal f/22) tapi ingin dapat shutter speed sangat cepat (misal 1/4000 detik). Biasanya dipakai untuk lensa-lensa tele seperti foto berikut ini : Nikon D5100, lensa 200mm, 1/400 detik, f/5.6, ISO 3200
Saat memakai lensa tele yang bukaannya tidak besar, guna menjamin foto tetap tajam dan tidak blur karena getaran, kita perlu memilih shutter speed yang cukup tinggi dan ini bisa didapat dengan menaikkan ISO, walaupun di siang hari.
Saat tidak bawa tripod, ISO bisa bantu foto tetap tajam
Tripod dibutuhkan untuk membuat kamera stabil saat mengambil gambar, sehingga hasil foto tidak blur karena getaran/goyang. Kenapa selama ini kita bisa memotret dengan tajam walau tanpa tripod? Jawabannya karena kebetulan kita memakai shutter speed cukup tinggi (misal 1/60 detik). Tapi coba memotret tanpa tripod dengan kecepatan 1/2 detik maka foto dijamin blur dan tidak bisa dinikmati.
Nikon D5100, lensa 12mm, 1/10 detik, f/4, ISO 6400, tanpa tripod
Nah adakalanya tripod yang dibutuhkan tidak sedang bersama kita, dan tidak ada pilihan lain selain memotret dengan memegang kameranya. Maka prinsipnya kita harus membatasi kecepatan shutter jangan lebih lambat dari  nilai tertentu (biasanya memakai rumus 1/panjang fokal). Kadang dalam banyak kondisi, untuk itu kita perlu menaikkan ISO. Saat tidak memakai tripod prinsipnya adalah : lebih baik foto noise (karena ISO tinggi) tapi hasilnya tajam (tidak blur) daripada dapat foto yang foto bersih (karena ISO rendah) tapi blur.
ISO tinggi untuk aksi
Ini yang paling sulit, bagaimana jiga benda yang akan difoto bergerak? ISO tinggi adalah senjata andalan fotografer aksi, wartawan dan mungkin juga paparazi. Dengan ISO tinggi, mereka bisa memaksa kamera untuk selalu mendapat kecepatan shutter yang tinggi, sehingga bisa membekukan gerakan.
Untuk lebih pahamnya, lihat contoh foto disamping. Dengan ISO rendah, obyek yang bergerak akan gagal untuk di’bekukan’ karena speed kamera yang kalah cepat dengan gerakan si obyek. ISO tinggi akan membuat shutter speed kamera naik dan bisa membuat obyek yang bergerak jadi beku.
Di tempat yang kurang cahaya, membekukan gerakan tanpa flash menjadi tantangan yang amat sulit (walau misal sudah pakai lensa bukaan besar), dan hanya bisa dicapai dengan menaikkan ISO setinggi-tingginya . Maka itu kamera DSLR full frame akan sangat membantu untuk para jurnalis dan fotografer aksi, karena di ISO yang sangat tinggi pun (misal ISO 6400) hasil foto dari kamera DSLR full frame masih cukup bagus).

Kesimpulan


Fitur ISO sudah sedemikian akrab di telinga dan kadang kita justru tidak begitu peduli dengan potensi kegunaannya. Padahal ISO inilah yang membuat fotografi digital begitu berbeda, begitu praktis. Pahami kapan waktu yang tepat untuk memakai ISO rendah, dan sebaliknya kapan memakai ISO tinggi. Di masa lalu untuk hanya merubah ASA, orang harus menghabiskan dulu filmnya baru ganti dengan film baru. Kini tinggal tekan tombol dan ISO pun berubah. Nikmatilah..

Tips Memaksimalkan Kamera DSLR

Fotografi adalah hobi yang menuntut kita untuk banyak berlatih dan bereksperimen dengan kamera dan hasil foto kita. Berikut beberapa tips berdasarkan pengalaman saya:
1. Kenali Kamera Kita
Seperti halnya mengenali diri kita sendiri, maka semakin kita mengenali diri kita sendiri, kita tidak akan melakukan kesalahan dalam pengoperasian kamera kita. Nah sebelum langsung pada kamera, bacalah dulu buku manual yang diberikan saat membeli kamera DSLR. Sebagian dari kita, termasuk saya, mungkin malas untuk membaca buku manual yang biasanya tebal dan membosankan. Tapi percayalah, dalam kasus ini membaca manual akan sangat bermanfaat, jadi tinggalkan dulu rasa malasnya ya.
2. Gunakan Manual Mode
Mode auto pada kamera DSLR, seringkali menjadi pilihan karena memang mudah dan cepat, tapi sayangnya tidak memberikan kepuasan kreatifitas. Nah, kelebihan utama kamera DSLR dibanding kamera Point and Shoot adalah Mode Manual yang memungkinkan Anda untuk berkreatifitas seluas-luasnya.
Bagi kita yang ingin meningkatkan kemampuan berkreasi dalam fotografi dan terlepas dari ketergantungan mode auto,   Fotografer kanamaan, Bryan Peterson dalam bukunya Understanding Exposure menyarankan kita untuk memahami eksposure yang merupakan interaksi dari tiga elemen dasar yang hubungan ketiganya digambarkan sebagai Segita Fotografi, yaitu:
- ISO, ukuran sensitifitas sensor kamera terhadap cahaya
- Apperture, ukuran seberapa besar lensa tebuka saat pengambilan foto
- Shutter speed, rentang waktu “jendela” di depan sensor kamera terbuka
Nah karena itu tips selanjutnya adalah,  
3. Pahami konsep dasar ISO, Aperture dan Shutter Speed
Lebih lanjut mengenai ketiga elemen ini akan dibahas terpisah di artikel selanjutnya.
4. Bawalah selalu kamera Anda
Salah satu alasan mengapa orang banyak kehilangan momen penting adalah karena mereka tidak membawa kamera saat momen itu terjadi. Selain itu dengan selalu membawa kamera, kita juga akan selalu tertarik untuk melakukan pemotretan.
5.  Mulailah dengan Lensa Kit
Mulailah dari lensa Kit terlebih dahulu. Lensa kit adalah lensa bawaan saat kita membeli kamera, lensa ini sangat cukup untuk memulai belajar fotografi. Jika Anda kebetulan punya dana lebih yang bisa diinvestasikan maka Prime Lens Entry Leveladalah pilihan yang bijak untuk belajar cara mengendalikan Deep of Field dan teknik memotret dengan cahaya minim. Tetapi ingat, Belilah peralatan sesuai dengan kebutuhan seiring dengan meningkatnya kemampuan.


6. Potret dan Potret lagi
Jangan ragu untuk selalu memotret, karena kita tidak akan pernah merasa cukup melakukan pemotretan. Ken Rockwell, salah satu fotografer profesional, menyatakan bahwa ia sudah mengambil sekitar 30.000 foto dengan Nikon D3 dan 20.000 foto dengan Nikon D700, belum termasuk foto-foto lainnya dengan kamera tipe lain. Ia terus berlatih dan berlatih untuk menuju kesempurnaan hasil jepretannya. Di era kamera digital ini tak ada ruginya menjepret puluhan foto untuk satu obyek tertentu, toh tinggal menghapusnya nanti jika tidak sesuai keinginan.
7. lakukan eksperimen pada hasil foto
Saat ini banyak sekali software untuk mempercantik bahkan memanipulasi hasil foto. Bagaimana foto yang ‘biasa saja’ bisa menjadi luar biasa dengan program editing ini. Program paling terkenal adalah Photoshop yang menjadi acuan bagi para fotografer dewasa ini. Jangan takut untuk melakukan eksperimen, buatlah hasil foto yang luar biasa dengan program ini. Untuk itu jangan lupa kita harus selalu membuat backup dari foto kita. Bekerjalah di file backup tersebut, dan simpanlah file aslinya. Dengan demikian kita selalu mempunyai file hasil jepretan asli untuk melakukan eksperimen lain.

Teruslah berlatih dan berkeksperimen dengan kamera dan hasil foto Anda, namun yang lebih penting adalah, jangan terburu-buru, nikmatilah kamera Anda, nikmati hobi baru Anda dan kirimkan hasil foto Anda kepada teman-teman atau orang-orang yang Anda sayangi, mintalah pendapat dari mereka dan jadikan  pujian, kritik dan saran mereka untuk kemajuan Anda. Selamat mencoba.