Senin, 17 November 2014

Tiga Pengiring Mayit

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : “يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ”.
Rasulullah SAW bersabda : “Ada tiga yang akan menyertai mayit, dua akan kembali pulang, dan satunya lagi akan tetap bersamanya; keluarga dan hartanya akan kembali pulang sedangkan amalnya akan tetap bersamanya”.(Hadits Muttafaq ‘Alaihi)
Kandungan Hadits
Kematian akan datang kepada kita, siap atau tidak siap, di mana pun kita, dalam keadaan bagaimana pun dan kapan pun, pasti dia akan menjemput kita. Kematian hanya sekali dirasakan oleh setiap yang bernyawa, namun penyebab kematian banyak macamnya. Malakul maut, malaikat pencabut nyawa,  yang diberi tugas oleh Allah SWT pasti akan menjemput ‘paksa’ setiap yang bernyawa tanpa kompromi dan tanpa ada  pemberitahuan terlebih dahulu, tanpa memberi salam atau pun peringatan, kematian akan datang tanpa harus terjadi gempa bumi atau tsunami, tanpa harus menunggu sakit atau masa kritis dan lain sebagainya. Siapapun kita, pasti akan merindukan kematian dalam keadaan husnul khatimah, diwafatkan oleh Allah SWT dalam keadaan muslim, muslim yang taat yang siap ‘menyambut’ malaikat pencabut nyawa setiap saat.
Tiga Pengiring Mayit

Keluarganya. Manakala seseorang yang telah wafat, maka orang-orang akan mengiringinya, terutama keluarganya,  menuju tempat tinggal sementara di alam kubur, alam kubur yang akan menjadi ‘rumah idaman’ setiap insan muslim yang shalih dan akan menikmati ‘malam pertamanya’ di sana. Alam kubur akan menjadi malapetaka bagi mereka yang durhaka kepada Sang pencipta alam semesta.
Hartanya. Harta yang dia miliki baik berupa kendaraan ataupun para pembantu dan ajudan apa bila si mayit seorang kaya atau pejabat, mereka akan mengiringinya menuju pemakaman.
Keluarga dan harta hanya akan menyertainya sampai di pemakaman, sesayang apapun seseorang kepada si mayit, dan sebanyak apapun harta yang dia miliki, semuanya pasti tidak akan mau menemaninya di ‘rumah masa depan’ tersebut.
Amalnya.  Hanya amal si mayit yang akan kekal menyertainya hingga alam kubur bahkan sampai akhirat kelak. Sedangkan keluarga dan hartanya akan kembali pulang. Amal inilah yang akan menyertai dan menemani si mayit di alam kubur, bila amal shalih yang menjadi bekal dan menemaninya selama di ‘rumah masa depan’ tersebut, maka kenikmatan yang akan selalu dia rasakan. Namun sebaliknya apabila bekal amal buruk  dan kedurhakaan dia kepada Sang Pencipta, maka malapeka dan siksa yang akan selalu dirasakan di alam barzakh tersebut.
Hadits di atas memberikan isyarat bahwa dunia dengan segala kenikmatannya tidak akan menyertai si mayit hingga ke liang lahad. Harta, anak, keluarga dan kerabat akan kembali pulang dan tidak akan menemaninya memulai ‘malam pertamanya’ dan hari-harinya di alam kubur hingga kiamat tiba. Hanya amalnya yang akan  menyertainya, amal shalih atau buruk akan menemaninya selama berada di alam kubur tersebut. Oleh karenanya, bersungguh-sungguh untuk terus beramal shalih harus senantiasa kita usahakan, sehingga dia akan menjadi teman setia kita di alam yang hanya ditempati setiap insan seorang diri. Kita berusaha seoptimal mungkin untuk mencari ‘teman setia’ yang baik yang akan menemani kita di ‘rumah masa depan’ tersebut.
Sukses Hakiki
Untuk meraih sukses yang hakiki, kita harus melakukan bersungguh-sungguh dalam beramal shalih, sehingga amal shalih tersebut akan menjadi pendamping hidup di alam kubur hingga ke akhirat. Kesuksesan yang hakiki adalah ketika kelak kita akan dijauhkan oleh Allah SWT dari azab api neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya dengan mendapatkan limpahan nikmat yang kekal abadi selama-lamanya. Berbeda dengan kenikmatan dunia yang hanya sedikit dan tidak kekal dan seringkali melalaikan kita dari ketaatan kepada Allah SWT dan mengingat-Nya.
Allah SWT berfirman :
“كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ”.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung (sukses). Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar